Berikut Skenerio Terburuk Ketika Suhu Bumi Naik 1,5 Derajat Celcius, Nasih Manusia Akan Terancam

Jakarta - Diakui atau tidak, hanya sedikit orang yang menyadari bahwa Bumi yang kita pijak sedang tidak baik-baik saja. Pemanasan international dan perubahan iklim yang terus berlanjut tanpa ada tindakan nyata mengancam keberlangsungan hidup seluruh makhluk di dunia.

Berbagai upaya untuk menangani masalah ini sebenarnya telah dilakukan. Seperti Perjanjian Paris yang mengharuskan negara-negara membatasi pemanasan di bawah 2 derajat Celsius. Lantas, apa yang sebenarnya akan terjadi jika pemanasan global dibiarkan? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari bahas terlebih dahulu apa itu perubahan iklim.

Apa itu perubahan iklim?


Iklim adalah rata-rata cuaca di sebuah wilayah di setiap tahunnya. Perubahan iklim berarti pergeseran rata-rata cuaca tersebut. Perubahan iklim disebabkan oleh manusia. Sebagai contoh penggunaan bahan bakar fosil, minyak, gas, batu bara untuk rumah, pabrik, dan transportasi.

Ketika bahan bakar fosil terbakar, mereka dapat melepaskan gas rumah kaca, sebagaian besar adalah karbon dioksida (CO2). Gas-gas ini dapat mengurung panas Matahari dan menyebabkan suhu di Bumi naik.

Pada gilirannya, ini akan berdampak pada seluruh bentuk kehidupan. Manusia harus beradaptasi dengan lingkungan yang lebih ekstrem, termasuk gelombang panas, bencana alam, dan kekeringan yang lebih sering terjadi.

Jutaan orang terancam kehilangan rumah karena kenaikan permukaan air laut. Beberapa daerah berubah menjadi tak layak huni, lahan pertanian menjadi gurun. Sementara di wilayah lain sebaliknya, intensitas hujan semakin tinggi, menyebabkan banjir di sejumlah negara seperti China, Jerman, Belgia dan Belanda.

Orang-orang yang hidup di negara berkembang akan menjadi penduduk paling menderita. Peternakan bertumbangan karena suhu yang terlalu panas membuat hewan-hewan mati duluan.

Laut dan keanekaragaman hayati di dalamnya juga terancam. Excellent Barrier Coral reef di Australia, misalnya, telah kehilangan separuh karang sejak 1995 karena suhu air laut yang lebih hangat dampak dari pemanasan global.

Kebakaran hutan menjadi lebih sering karena cuaca panas dan kering menjadi lebih intens. Ketika lapisan es membeku di wilayah seperti Siberia, gas rumah kaca yang terperangkap selama berabad-abad akan lepas ke atmosfer sehingga memperburuk perubahan iklim.

Di Bumi yang lebih hangat, manusia dan hewan akan lebih sulit mendapatkan makanan dan air untuk bertahan hidup. Misalnya, beruang kutub mati karena es tempat tinggalnya mencair, dan gajah berjuang lebih keras mendapatkan 150-300 liter air untuk kebutuhan minum sehari-hari. Menurut para ilmuwan, setidaknya ada 550 spesies yang hilang sebagai dampak perubahan iklim.

Bagaimana kondisi negara saat suhu dunia naik 1,5 derajat?


Perubahan iklim punya efek yang berbeda di setiap wilayah di dunia. Beberapa tempat akan terasa lebih hangat. Sementara yang lain mendapat curah hujan lebih tinggi, dan ada juga wilayah yang kekeringan.

Eropa & Inggris

Wilayah ini bakal rawan kebanjiran akibat hujan ekstrem.

Amerika Serikat

Wilayah Barat terancam kekeringan. Area lain akan mengalami badai hebat.

Timur Tengah

Gelombang panas ekstrem mengancam. Lahan pertanian berubah jadi padang pasir.

Wilayah Pasifik

Negara kepulauan di location ini bakal tenggelam akibat naiknya permukaan air laut.

Afrika

Banyak negara terancam dilanda kekeringan dan kelaparan.

Australia

Kekeringan dan panas ekstrem kemungkinan akan terjadi.

Indonesia

Sebagian wilayah pesisir bakal tenggelam. Banjir dan kekeringan makin sering terjadi.

Apa yang bisa manusia lakukan?


Kecil kemungkinan perubahan iklim bisa dihentikan. Tapi umat manusia sebagai dalang di balik bencana ini, dapat mengurangi dampak perubahan tersebut.

Seperti mengurangi atau menghentikan deforestasi hutan, mengurangi penyebaran karbon atau emisi gas rumah kaca, penanaman 1 miliar pohon atau lebih.

Bukan hanya peran negara dan pemerintah, kita juga wajib melakukan tindakan nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Ini bisa dilakukan dengan cara:
  • Beralih ke transportasi ramah lingkungan
  • Beli produk hemat energi
  • Beralih dari kompor gas ke kompor listrik
  • Kurangi beraktivitas di luar rumah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komisi Permberantasan Korupsi Arab Saudi (Nazaha) Tangkap 250 Pejabat Negara dan Pegawai Pemerintahan Terkait Kasus Suap

Dua Wisatawan Positif Varian Omicron Dikatakan Sempat Transit di Bandara Changi Singapura

Berikut Beberapa Negara-negara Ini Belum Alami Lonjokan Covid-19 Usai Gelombang Varian Delta