Mengetahui Siapa Kah Dibalik ISIS-K, Pelaku Teror Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul
Jakarta - ISIS-K atau ISIS Provinsi Khurasan, merupakan kelompok local yang berafiliasi dengan ISIS yang aktif di Afghanistan dan Pakistan. ISIS-K merupakan kelompok militan jihadis paling ekstrem dan keras di Afghanistan.
Kelompok ini terbentuk pada Januari 2015 saat masa puncak kekuatan ISIS di Suriah dan Irak, sebelum dikalahkan dan disingkirkan pasukan koalisi Amerika Serikat (AS).
ISIS-K merekrut jihadis Afghanistan dan Pakistan, khususnya anggota Taliban Afghanistan yang membelot yang menurut mereka organisasi mereka tidak cukup ekstrem.
Dikutip dari BBC, Jumat (27/8), ISIS-K disalahkan atas sejumlah serangan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menargetkan sekolah perempuan, rumah sakit, dan bahkan bangsal persalinan di mana mereka dilaporkan menembak mati para perempuan hamil dan perawat.
Tidak seperti Taliban, yang kepentingannya hanya sekitar Afghanistan, ISIS-K merupakan bagian jaringan ISIS international yang targetnya Barat, internasional, dan kemanusiaan di manapun mereka bisa menemukannya.
ISIS-K berbasis di Provinsi Nangarhar di wilayah timur, dekat dengan rute penyelundupan orang dan narkoba di dalam dan luar Pakistan.
Kelompok ini memiliki anggota sekitar 3.000, tapi anggota yang tewas cukup signifikan dalam pertempuran baik dengan pasukan keamanan AS dan Afghanistan, dan juga dengan Taliban.
Secara peripheral iya, melalui pihak ketiga, jaringan Haqqani.
Menurut para pengamat, ada kaitan kuat antara ISIS-K dan jaringan Haqqani, yang kemudian dikaitkan dengan Taliban.
Pria yang sekarang bertanggung jawab atas keamanan di Kabul adalah Khalil Haqqani yang kepalanya dihargai USD 5 juta atau sekitar Rp 72 miliar oleh AS.
Dr Sajjan Gohel dari Asia Pacific Foundation telah memantau jaringan militan tersebut selama bertahun-tahun di Afghanistan. Dia mengatakan "beberapa serangan besar antara 2019 dan 2021 melibatkan kerjasama antara ISIS-K, jaringan Haqqani Taliban, dan kelompok teror lainnya yang berbasis di Pakistan".
Ketika Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus, kelompok itu membebaskan sejumlah besar tahanan dari penjara Pul-e-Charki, termasuk militan ISIS dan Al Qaeda.
Tetapi ISIS-K memiliki perbedaan besar dengan Taliban, menuduh mereka meninggalkan jihad dan medan perang demi penyelesaian damai yang dinegosiasikan yang dilakukan di "hotel mewah" di Doha, Qatar.
Militan ISIS sekarang menjadi tantangan keamanan utama bagi pemerintahan Taliban yang akan datang, tantangan yang sama bagi para pemimpin Taliban dengan badan-badan intelijen Barat.
Kelompok ini terbentuk pada Januari 2015 saat masa puncak kekuatan ISIS di Suriah dan Irak, sebelum dikalahkan dan disingkirkan pasukan koalisi Amerika Serikat (AS).
ISIS-K merekrut jihadis Afghanistan dan Pakistan, khususnya anggota Taliban Afghanistan yang membelot yang menurut mereka organisasi mereka tidak cukup ekstrem.
Dikutip dari BBC, Jumat (27/8), ISIS-K disalahkan atas sejumlah serangan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menargetkan sekolah perempuan, rumah sakit, dan bahkan bangsal persalinan di mana mereka dilaporkan menembak mati para perempuan hamil dan perawat.
Tidak seperti Taliban, yang kepentingannya hanya sekitar Afghanistan, ISIS-K merupakan bagian jaringan ISIS international yang targetnya Barat, internasional, dan kemanusiaan di manapun mereka bisa menemukannya.
ISIS-K berbasis di Provinsi Nangarhar di wilayah timur, dekat dengan rute penyelundupan orang dan narkoba di dalam dan luar Pakistan.
Kelompok ini memiliki anggota sekitar 3.000, tapi anggota yang tewas cukup signifikan dalam pertempuran baik dengan pasukan keamanan AS dan Afghanistan, dan juga dengan Taliban.
Apakah ISIS-K terkait dengan Taliban?
Secara peripheral iya, melalui pihak ketiga, jaringan Haqqani.
Menurut para pengamat, ada kaitan kuat antara ISIS-K dan jaringan Haqqani, yang kemudian dikaitkan dengan Taliban.
Pria yang sekarang bertanggung jawab atas keamanan di Kabul adalah Khalil Haqqani yang kepalanya dihargai USD 5 juta atau sekitar Rp 72 miliar oleh AS.
Dr Sajjan Gohel dari Asia Pacific Foundation telah memantau jaringan militan tersebut selama bertahun-tahun di Afghanistan. Dia mengatakan "beberapa serangan besar antara 2019 dan 2021 melibatkan kerjasama antara ISIS-K, jaringan Haqqani Taliban, dan kelompok teror lainnya yang berbasis di Pakistan".
Ketika Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus, kelompok itu membebaskan sejumlah besar tahanan dari penjara Pul-e-Charki, termasuk militan ISIS dan Al Qaeda.
Tetapi ISIS-K memiliki perbedaan besar dengan Taliban, menuduh mereka meninggalkan jihad dan medan perang demi penyelesaian damai yang dinegosiasikan yang dilakukan di "hotel mewah" di Doha, Qatar.
Militan ISIS sekarang menjadi tantangan keamanan utama bagi pemerintahan Taliban yang akan datang, tantangan yang sama bagi para pemimpin Taliban dengan badan-badan intelijen Barat.
Komentar
Posting Komentar