Info Kabar Covid-19 Dunia : Angka Kematian di India Meningkat Tajam, Warga AS dilarang Pergi Ke 130 Negara

Jakarta - Pandemi Covid-19 di dunia telah membuat 143 juta orang terpapar COVID-19. Dari jumlah itu, 121,5 juta pasien di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 3 juta orang meninggal dunia.

Melonjaknya kasus positif belakangan ini disumbang India. Tak hanya itu, kematian di negeri Bollywood tersebut melesat.
Sementara itu Amerika Serikat (AS) melarang warganya pergi ke hampir 130 negara di dunia demi mencegah penularan.

Filipina Cabut Penangguhan Vaksin AstraZeneca


Pemerintah Filipina pada Senin (19/4/2021) mencabut penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk warga berusia di bawah 60 tahun.

Keputusan ini diambil seiring meningkatnya kasus infeksi infection corona di Filipina. Pemerintah Filipina menyatakan, manfaat vaksin AstraZeneca jauh lebih besar dari pada risiko yang muncul seperti penggumpalan darah.

Pejabat Kementerian Kesehatan Filipina, Rosario Vergeire, mengatakan meski penangguhan dicabut akan ada tindakan pencegahan tambahan sebelum menyuntik AstraZeneca. Aturan itu berlaku bagi orang-orang yang mempunyai kondisi medis tertentu.

AS Larang Warganya Bepergian ke 80 Persen Negara di Dunia


Kemlu Amerika Serikat akan meningkatkan pedoman larangan berpergian ke 80 persen negara di dunia. Risiko tak terduga akibat penyebaran COVID-19 jadi alasan kebijakan tersebut.

Kemlu AS menyatakan, dari 200 negara ada tambahan 34 negara yang masuk degree larangan pergi. Negara-negara termasuk Chad, Kosovo, Brasil, Argentina, Haiti, Mozambik, Rusia, dan Tanzania.

Overall negara yang masuk persentase 80 persen itu sebanyak hampir 130 negara.

"Pembaharuan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam jumlah negara yang masuk level 4 jangan pergi," kata Kemlu AS.
Kemlu AS tidak mengungkapkan sampai kapan pembatasan ini berlangsung.

Kematian Corona di India Melesat


Hampir 180.000 orang di India meninggal dunia karena virus corona. Sebanyak 15.000 korban meninggal di antaranya terjadi hanya dalam sebulan ke belakang.

Bahkan, angka kematian di India dinilai lebih tinggi dari angka yang tercatat di situs pemerintah.

Mengutip AFP, media sosial dan surat kabar lokal India dihiasi dengan gambar-gambar mengerikan dari lokasi krematorium alias tempat pembakaran jenazah yang kolaps. Ini imbas tsunami COVID-19 yang melanda India sejak beberapa pekan terakhir, dengan kasus positif 200 ribu orang per hari.

Di wilayah Ghaziabad, keluarga korban berbondong-bondong menunggu port kremasi. Mereka menemani kerabatnya yang telah dibungkus kain kafan di atas trotoar menunggu proses pengabuan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komisi Permberantasan Korupsi Arab Saudi (Nazaha) Tangkap 250 Pejabat Negara dan Pegawai Pemerintahan Terkait Kasus Suap

Dua Wisatawan Positif Varian Omicron Dikatakan Sempat Transit di Bandara Changi Singapura

Berikut Beberapa Negara-negara Ini Belum Alami Lonjokan Covid-19 Usai Gelombang Varian Delta